Argentrometri

 Nama : Afifah Azzahra

NIM : G1E121042

Kelas : B



https://youtu.be/OgSmAI34HOc

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Pada metode mohr saya temukan suatu jurnal (https://journal.uii.ac.id/IJCA/article/download/11341/8614/24404) dimana pada penelitian tersebut dengan parameter validasi yang dijadikan
    acuan adalah akurasi, presisi, linearitas, batas deteksi dan nilai estimasi ketidakpastian pengukuran dan didapatkan bahwa menggunakan metode titrasi argentometri mohr tersebut belum cukup bukti untuk dinyatakan valid karena presisi atau
    keterulangan belum memenuhi syarat keberterimaan. Untuk membuktikan data yang didapat akurat pada penetapan kadar asam sianida (HCN) dilakukan dua kali pengulangan dari masing-masing sampel yang berbeda perlakuan waktu perendaman untuk mendapatkan
    gambaran kadar asam sianida dalam talas tersebut.
    Berdasarkan jurnal(https://www.researchgate.net/publication/359043527_PENETAPAN_KADAR_ASAM_SIANIDA_PADATALAS_Colocasia_esculenta_DENGANVARIASI_WAKTU_PERENDAMAN_SECARA_ARGENTOMETRI)perubahan warna dari kuning menjadi warna merah pada kertas saring, hal ini dikarenakan asam pikrat pada kertas saring ini berfungsi supaya uap HCN terperangkap di dalam asam tersebut dan dapat mengubah kertas saring yang semula berwarna kuning menjadi warna merah.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini